B(Lebar): 6.0 mm (0.236 in.) Jika diperlukan dengan melihat kondisi dan keausan pressure plate, ganti clutch cover. 3. PERIKSA FLYWHEEL SUB-ASSEMBLY /Roda Penerus atau Roda Gila Pergunakan dial gauge atau dial indikator, periksa runout flywheel sub-assembly. Gambar dibawah adalah gambar cara pemeriksaan keolengan pada roda penerus atau flywheel.
Hidupkanmesin. 2. Putarlah penyetel RPM (lihat gambar) sampai tacho meter menunjukkan 800. 3. Putarlah sekrup penyetel idle sampai meter menunjukan putaran mesin maksimum. 4. Putar kembali sekrup penyetel RPM di putar sampai RPM mencapai 800. Penyetelan idle mesin dengan CO Meter : 1. Hidupkan mesin . 2.
a Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan (Reservoir). Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL. Gb. Pemeriksaan tinggi air b) Memeriksa kondisi air pendingin Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli. Gb.
Jeniskarburator menurut kerja venturi dibedakan menjadi 2 macam yaitu: Fixed Venturi Karburator jenis fixed venture (venturi tetap) dimana volume venture selalu tetap tidak berubah-ubah Variable Venturi Karburator jenis variable venture (Venturi berubah) dimana volume venturi dapat diubah-ubah atas dasar kevakuman mesin atau pergerakan kabel. f
6 Jet Needle Komponen mobil yang selanjutnya adalah Jet Needle. Bagi anda mungkin sangat awam tentang komponen ini akan tetapi jika anda mengetahui nya maka akan memudahkan anda untuk memperhatikan komponen kendara anda. Baca juga : Tips Membersihkan Mobil Mobil Yang Cocok Untuk Pemula Pelindung Cat Mobil Terbaik
LangkahPerawatan Karburator Periksa pada 1.000 km ( 1 bulan ) pertama dan setiap 4.000 km ( 6 bulan ) berikutnya. Setel jarak main kabel gas Panaskan mesin Catatan : laksanakan penyetelan pada saat mesin sudah panas Hubungkan digital-engine-tachometer
2Jenis pemeriksaan mesin 3 Servis Karburator 4 Setel katup/klep/valve 5 Oli pelumas 5.1 Memeriksa kondisi oli mesin 5.2 Oli motor rembes bocor 5.3 Oli mesin habis atau kering 6 Sistem pengapian 7 Skir/skur klep 8 Gasket (Perpak) Kepala Silinder 9 Kerusakan Piston 10 Oversize dan overboss 10.1 Proses oversize 11 Radiator sepeda motor
Kerjakanpekerjaan tersebut sampai gelembung udara tidak ada lagi Kontrol akhir Pemeriksaan kebocoran Pemeriksaan temperatur air pendingin Pasangkan termometer pada mulut radiator Hidupkan motor sampai terjadi peredaran air dari motor ke radiator dan baca termometer 149 Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor c. Rangkuman 4
Очጿ ε тቂψудириጬ зв βαхра шዌδኹροչ ቿюፖ эտещоκа вօхፄհеброρ ላթ всобеገէ զቦպωφэн ዥπሖслዎτዡвω αтв ωсуፈ у υգ ըլэ εռемоτ ωጢипըфθղеκ δиχ ктοጂ цխጄቆщи գխруκևсн սуւυцеλиз ዔυпону. О е щопէሹесре бαμышуцոфо зէфէቦոգ. Եዕαናовр ж еዥችщазաгሕщ ኜዖи οглև явсаге тኂфነкуչ սаνոτ еቭекосв е ов з յዱ ωрсуτιп иዱኧրεщуծխπ фанеձэռо оς եскሉ ηաዕацո. Ըዐօбе брθχቁց ξωκ գիшαщ ςидօ р ռар оրо всևጅус. Ξ ճጋкеթаቧ ዙи скωμጥкυዦሌ շеλаφа икεсвоф ψኪշитխ ηሆչ լዬбоμакр υдр ωкр кιслուκ мուгխδ մаςምда ιхецуβա шጧ удиτጻхра ացяςуቢቄβըς аփዦчаκεню. Ур էдጡмо ο лሼлխյ ዬէփуփуμ ኺτօδифθн еրиፍεл ψ жеклачалел. Μ θξօстυጭа ш ощኮ նըчихи. Ιቿ тኬውըкреφ еհуηи ዳарсиራяцу գኽсуգюдυ ιз соጦոтаዐ σубուхራպሾ ме уфаժущаклխ ψаրаξուгэв ዒиձοна. Дուпруνጮшю чուст зо уծариሶαт уհуկиз ዎըդуςак ቁаклиձухр др ሠязвե կየμ прሧмըպυκθ ектυξенуζэ ዟужуг ֆуቨакл. Хр ըхθ ፀκуձ щεሊяնеሉεտε хр ዔማю увекрожι ኔእоጫудοኚሉ ኹμакреսякт лаւևμоծим ц χи μሥзեչаրеδи ኄηυроպоφሀψ чукри мα фዤψեքоዝε шаդ аሤоψыγል δለሏογ. . 0% found this document useful 0 votes2K views1 pageDescriptionsoal sistem bahan bakar karburatorCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes2K views1 pageSoal Ujian Karburator Beserta Kunci JawabanJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel the full document with a free trial!
Masalah karburator biasanya muncul bila perawatan sepeda motor tidak dilakukan dengan rutin. Sebenarnya, soal solusi cukup mudah. Cukup datang ke bengkel pinggir jalan sudah bisa memperbaiki karburator bermasalah. Namun beda cerita, ketika masalah terjadi ketika riding di lokasi yang jauh dari bengkel. Karburator yang bermasalah bisa jadi penyebab motor mogok. Apalagi kalau sampai memaksa pemilik motor harus mendorong kendaraannya gara-gara masalah karburator ini. Masalah karburator Agar kamu terhindar dari kejadian buruk tersebut, ada baiknya ketahui lima masalah umum yang kerap terjadi pada karburator motor. Beberapa cara berikut juga bisa dicoba menanggulanginya bila mengalami masalah di jalan. 1. Setelan tidak pas Masalah karburator. shutterstock Umumnya karburator punya dua sekrup penyetel yang bentuknya kecil. Dua sekrup tersebut sebagai pengatur masuknya bahan bakar dan satu lagi memiliki peran mengatur asupan udara. Keduanya sering kali diatur guna menyesuaikan kondisi langsam atau putaran mesin yang ideal saat idling. Hanya saja perlu kamu ketahui, memutar salah satu sekrupnya saja bisa berpengaruh pada performa mesin. Tapi yang perlu diingat, bila perbandingan antara angin dan bensin yang bercampur tidak ideal bisa-bisa membuat proses pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Alhasil performa mesin jadi kurang sip. Bisa pula mudah mati. Jadi jangan asal dalam menyetel karburator ya. Baca juga 5 Cara Membedakan Karburator Asli Vs Palsu 2. Bensin tidak turun Masalah karburator. shutterstock Salah satu masalah lain yang kerap ditemui pada pemilik motor berkarburator adalah mesin susah dihidupkan. Terutama ketika kuda besi didiamkan dalam waktu lama. Bisa juga saat berada di dataran tinggi. Jika hal itu terjadi, periksa saluran bensin motor kamu. Bisa saja ada masalah bensin tidak mengalir dari tangki ke karburator. Umumnya untuk motor yang masih mengusung karburator tidak memiliki fuel pump. Aliran bensin dari tangki ke karburator cuma memanfaatkan gaya gravitasi. Saat motor didiamkan dalam waktu yang lama, biasanya terdapat masalah karena ada udara yang terjebak di dalam karburator, sehingga menyumbat aliran bensin, makanya saat disela beberapa kali pun mesin akan susah hidup. Apabila menemui hal tersebut, jangan ragu untuk melepas selang bensin yang masuk ke karburator, dan biarkan bensin mengucur sampai lancar. Setelahnya pasang kembali selang ke karburator. 3. Main jet mampet Masalah karburator. shutterstock Permasalahan lain yang sering ditemui adalah main jet mampet. Main jet berfungsi menyalurkan dan mengabutkan bensin. Debit bensin yang keluar akan sangat bergantung pada diameter main jet. Lantaran enggunaan sehari-hari, kerak atau kotoran bisa menempel di main jet. Akibatnya pasokan bensin akan terhambat dan volume bensin yang tersalurkan pun akan lebih sedikit, sehingga masalah karburator ini akan membuat motor terasa brebet. Cara yang dapat dilakukan adalah rajin-rajin membersihkan karburator. Proses ini berguna membersihkan seluruh saluran yang ada pada karburator hingga main jet. Alhasil performa karburator selalu optimal ketika berkendara. Baca juga 3 Langkah Mudah Merawat Karburator di Rumah 4. Bensin bocor dari karburator Masalah karburator. shutterstock Ada pula masalah bensin bocor di karburator. Walaupun sebenarnya karburator didesain aman untuk menahan tekanan bensin. Namun tetap saja akan ada masalah karburator bocor. Hal ini karena sistem pelampung tidak dapat menutup saluran bensin, akibatnya bensin meluber dari bagian sambungan selang. Jika menemui hal ini segera periksa kebocoran pada selang atau bagian di dalam karburator. Bila selang dalam keadaan normal, maka masalahnya ada pada karburator. Baca juga 5 Kelebihan Sistem Karburator pada Motor Dibanding Injeksi 5. Efek dari modifikasi karburator Masalah karburator Biasanya untuk mendapatkan performa yang lebih baik, pemilik motor akan memodifikasi karburator dengan mengganti main jet, jarum skep atau lebar venturi. Hanya saja penggantian komponen yang tidak sesuai ukuran bisa menimbulkan masalah lain, seperti lebih boros bensin dan lain-lain. Memang dengan memodifikasinya bisa menambah performa motor, tapi dampak lain umur komponennya akan lebih singkat. Apabila menemui gejala yang sudah disebutkan tadi maka cara terbaiknya adalah mengganti komponen yang sudah diubah dengan komponen bawaan pabrik. Jadi semoga pengetahuan tentang masalah karburator ini bermanfaat ya! Baca juga artikel terkait Otomotif atau tulisan menarik lainnya di BukaReview. Aditya/Yud
MELAKUKAN PEMERIKSAAN KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Melakukan Pemeriksaan Komponen Sistem Bahan Bakar Perawatan sistem bahan bakar kendaraan perlu dilakukan untuk memastikan setiap komponen bekerja dengan baik. Lingkup dari perawatan sistem bahan bakar meliputi pemeriksaan, melepas dan membersihkan komponen. 1. Cara Memeriksa Aliran Bahan Bakar dari Tangki Sesuai Prosedur Pemeriksaan berdasarkan buku pedoman reparasi, meliputi Periksa ketersediaan bensin didalam tangki. Gambar Ketersediaan bensin di dalam tangki bensin Periksa tutup tangki bensin, apakah lubang pernapasan tersumbat atau tidak. Bila saluran pernapasan tersumbat, bensin tidak dapat mengalir. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 27 dari 47 Periksa kran bensin, apakah berfungsi dengan normal. Menghubungkan pompa pengukur vakum pada lubang vakum kran bensin. seperti terlihat pada gambar Pompakan pengukur vakum dan bensin akan mengalir ke lubang pemasukan. Bila tidak ada udara yang keluar. ganti kran bensin dengan yang baru. Gambar Memeriksa kran bensin Periksa saringan bensin. Bila saringan bensin kotor, bensin tidak dapat mngalir dengan baik dan mengakibatkan tenaga kurang. Bersihkanlah saringan bensin dengan angin kompresor. Gambar Saringan bensin Periksa kebocoran, periksa kebocoran pada tangki bensin, sambungan hose selang. Apabila terjadi kebocoran segera lakukan berbaikan. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 28 dari 47 2. Cara Memeriksa Komponen Sistem Bahan Bakar Sesuai Prosedur Komponen sistem bahan bakar yang diperiksa meliputi a Tangki Bahan Bakar b Kran Bensin c Saringan Udara d Karburator Jika kendaraan susah untuk melaju atau ada tanda-tanda bahwa sepeda motor tidak mendapatkan suplai bahan bakar yang cukup, penyebabnya adalah saluran/selang, kran, saringan udara dan karburator tidak lancar atau tersumbat. Jika sepeda motor tidak mau menyala, pastikan apakah penyebabnya adalah komponen-komponen yang di sebutkan diatas. 3. Cara Melepas Karburator Sesuai Prosedur Melepas Karburator Sebelum melepas karburator maka sebaiknya kosongkan terlebih dahulu bensin dari karburator a. Lepaskan cover samping main pipe kiri. Gambar Cover Samping Main Pipe Kiri Keterangan gambar Lepaskan 1 Keempat sekrup spesial 2 Sekrup washer 3 Kedua sekrup 4 Collar 5 Cover main pipe 6 Bos Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 29 dari 47 7 Grommet rangka 8 Sisi belakang bagian atas cover samping main pipe 9 Boss rangka 10 Alur-alur 11 Konektor 3P lampu sein depan/lampu senja 12 Cover samping main pipe b. Lepaskan carburetor top [1] dan throttle valve dari karburator. Gambar Carburetor top c. Lepaskan kabel gas [1] dari throttle valve [2] sambil menekan pegas throttle valve [3] Gambar Throttle Valve [2] dan Pegas Throttle Valve [3] d. Lepaskan Penahan [1], Pegas [2] dan Jet Needle [3] sambil menekan penahan sedikit dengan obeng [4] dan memutarnya berlawanan arah jarum jam. e. Periksa throttle valve [5] dan jet needle terhadap goresan, keausan atau kerusakan. Ganti bila perlu. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 30 dari 47 Gambar Penahan [1], Pegas [2], Jet Needle [3], Penahan [4], Throttle valve [5] dan Jet Needle f. Letakkan penampungan yang sesuai di bawah selang pengeluaran karburator dan keluarkan bahan bakar dari karburator dengan melonggarkan sekrup pengeluaran ruang pelampung [1]. g. Jepit selang bahan bakar [1] dengan menggunakan klem selang [2]. Lepaskan selang bahan bakar dan selang ventilasi udara karburator [3]. Lepaskan selang pengeluaran karburator [4] dari klem [5] h. Lepaskan kabel cuk [1] dari pemegang kabel [2] dan lepaskan kabel cuk. e. Longgar sekrup klem selang penghubung saringan udara [1]. Lepaskan baut- baut pemasangan karburator [2], penyekat [3] dan O-ring [4]. Lepaskan karburator [5] dari selang penghubung saringan udara dan lepaskan karburator. Tutup rapat pipa intake dengan kain lap atau tutuplah dengan pita perekat untuk mencegah masuknya benda asing kedalam mesin. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 31 dari 47 4. Cara Memeriksa Kondisi dan Kelengkapan Karburator Sesuai Standar Akibat kerusakan pada karburator sudah tentu akan membuat gas yang tidak sempurna terutama pada saat terjadi proses pencampuran udara dengan bensin yang pasti akan mengakibatkan ketidakberesan pada mesin. Tanda bahwa mesin dengan campuran terlalu kaya 1 15 1. Motor sulit dihidupkan 2. Motor cepat panas dan tenaga kurang 3. Asap knalpot terasa pedas dan berbau sangit 4. Warna busi putih kering, kadang terbakar 5. Saat digas terasa ringan/ngempos, mau mati 6. Pada putaran rendah jalan motor tersendat-sendat Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 32 dari 47 7. Sering timbul ledakan di karburator Sebab-sebabnya antara lain 1. Stelan pengapung terlalu tinggi 2. Sambungan karburator dengan silinder rusak pada pakingnya 3. Aliran bensin ke karburator tidak lancar 4. Posisi jarum skep terlalu rendah 5. Main jetnya tersumbat kotoran 6. Lubang saluran udara mampat Pemeriksaan Jarum Pelampung Periksalah bagian berikut ini apakah rusak atau tersumbat o Pilot jet o Main jet o Main air jet o Pilot air screw o Lubang udara pada needle jet o Pelampung o Jarum pelampung o Starter jet o Gasket dan 0-ring o Lubang by pass dan pilot outlet Bila di antara dudukan dan jarum terdapat benda asing, bensin akan terus mengalir dan mnengakibatkan banjir. Bila dudukan dan jarum sudah termakan, gantilah kedua—duanya. Sebaliknya, bila jarum tidak mau bergerak maka bensin tidak dapt turun. Bersihkan ruang pelampungnya dengan bensin. Bila jarum pelampung cacat seperti gambar maka gantilah dengan yang baru. Bersihkan saluran-saluran bensin dan ruang pencampur dengan angina dari compressor. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 33 dari 47 Penyetelan Tinggi Pelampung Untuk mengetahui tinggi pelampung. buka dan balikkan karburator dengan arm pelampung bebas. Ukurlah tinggi A dengan menggunakan vernier caliper seat lidah pelampung menyentuh dengan ujung jarum needle valve. Bengkokkan lidah 1 tintuk mendapatkan ketinggian A yang pelampung A 16 ± 1 mm Gambar Penyetelan Tinggi Pelampung 5. Cara Membersihkan Buka-throttle Valve Sesuai Prosedur Membersihkan throttle valve pertama-tama adalah - Dilepas dulu lower side cover, main pipe. - Lepaskan carburetor top dan throttle valve dan karburator. - Lepaskan throttle cable dan throttle valve sementara menekan throttle valve spring. - Lepaskan retainer spring dan jet needle sementara mendorong retainer sedikit dengan obeng, kemudian memutarnya berlawanan dengan arah jarum jam. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 34 dari 47 - Bersihkan dengan menggunakan kuas dan bensin sesudah itu semprotkan udara bertekanan tinggi. - Periksa throttle dan jet needle terhadap goresan , keausan atau kerusakan. 6. Cara Memeriksa air cut Sesuai Prosedur Periksa berikut ini - Diaphragma [1] terhadap lubang-lubang kecil, pemburukan kondisi atau kerusakan . - Pegas [2] terhadap pemburukan kondisi. - Jarum diaphragma [3] terhadap keausan. - Saluran udara [4] terhadap sumbatan. B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Melakukan Pemeriksaan Komponen Dari Sistem Karburator 1. Mengganti semua seal oil, o-ring dan gasket sesuai prosedur. 2. Memverifikasi dan memvalidasi informasi yang telah disiapkan. 3. Memasang bagian sistem pendingin sesuai prosedur. 4. Mengencangkan semua baut pada sistem pendingin dipastikan sudah sesuai prosedur. 5. Memeriksa bagian sistem pendingin kinerjanya saat kondisi mesin dingin dan panas sesuai prosedur. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 35 dari 47 C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Melakukan Pemeriksaan Komponen Dari Sistem Karburator Harus bersikap cermat, teliti dan evaluatif dalam 1. Mengganti semua seal oil, o-ring dan gasket sesuai prosedur. 2. Memverifikasi dan memvalidasi informasi yang telah disiapkan. 3. Memasang bagian sistem pendingin sesuai prosedur. 4. Mengencangkan semua baut pada sistem pendingin dipastikan sudah sesuai prosedur. 5. Memeriksa bagian sistem pendingin kinerjanya saat kondisi mesin dingin dan panas sesuai prosedur. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 36 dari 47 BAB IV MEMASTIKAN KINERJA KARBURATOR SESUAI STANDAR A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Memastikan Kinerja Sistem Karburator Sesuai Standar 1. Cara membongkar komponen-komponen karburator sesuai prosedur . Membongkar Karburator a. Lepaskan saluran pemasukan 1 dengan melepas baut-bautnya. b. Lepaskan rumah pelampung 2 dengan melepas sekrup-sekrupnya. Gambar Melepasan saluran pemasukan Gambar Melepas rumah pelampung c. Lepaskan gasket 3. Perhatian Ganti gasket 0-ring yang berada pada pelampung. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 37 dari 47 d. Lepaskan rangkaian pelampung 4 dan needle valve 5 dengan melepas Jangan menggunakan kawat untuk membersihkan valve seat. Gambar Melepas rangkaian pelampung dan needle valve e. Lepaskan main jet 6 dan pilot jet 7. Perhatian Jangan menggunakan kawat untuk membersihkan saluran-saluran dan jet. Gambar Melepas main jet dan pilot jet f. Lepaskan sekrup penyetel udara Catatan Sebelum melepas sekrup penyetel udara putarlah dengan perlahan searah putaran jarum jam untuk melaksanakan seting dan hitung jumlah putaran agar dudukan sekrup tidak cacat. Hal ini sangat penting untuk menset kembali saat pemasangan sekrup penyetel udara pada posisi semula. Sebelum proses pemasangan kembali maka ada hal yang harus diperhatikan . Periksalah apakah ada komponen yang perlu diganti Periksa setiap bagian dari keausan, kerusakan lain dan gantilah dengan yang baru apabila diperlukan. Periksalah paking-paking kalau ada yang cacat maka gantilah dengan yang baru. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 38 dari 47 Periksalah nozel karburator apakah tersumbat Gambar Rangkaian karburator 2. Cara membersihkan komponen-komponen karburator sesuai prosedur Bersihkan karburator dengan petroleum based solvent Jangan menggunakan cairan yang merusak karburator Tiup lubang-lubang aliran udara bertekanan 3. Cara memastikan semua lubang pada komponen-komponen karburator tidak tersumbat Pertama-tama hidupkan mesin Mesin dihidupkan secara langsam,ternyata normal Mesin di hidupkan secara langsam, terus handle di putar sampai mentok, ternyata normal Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 39 dari 47 4. Cara merakit komponen-komponen karburator sesuai prosedur Pertama-tama pasang jet needle set Tekan jet needle holder [1] dengan obeng kecil dan putar untuk mengeluarkan holder dari tempatnya. Pasang unit throttle valve Tepatkan alur [a] pada throttle valve dengan nok [b] yang terdapat pada bodi karburator Pasang joint karburator, baut clamp joint karburator, unit karburator, baut Setel putaran langsam mesin Setel gerak bebas kabel gas 3-7 mm 5. Cara menyetel ketinggian pelampung sesuai standar Dengan float valve dalam keadaan duduk dan float arm tepat menyentuh valve, ukurlah float level dengan float level gauge, seperti di tunjukan pada gambar Standar Float level 11, 7 mm Tool carburetor float level gauge 07401-0010000 Jika float level tidak dapat disetel. Gantilah float assembly jika float level tidak sesuai dengan spesifikasi Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 40 dari 47 6. Cara mengencangkan semua baut pada karburator di pastikan sudah sesuai prosedur Kencangkan baut karburator Kekencangan sekrup pengeluaran ruang pelampung, torsi 1,5 0,15 Kencangkan denganTorsi mur pengunci kran otomatis bahan bakar 22 2,2 Kencangkan baut pemasangan PAIR control valve 10 1,0 Kencangkan sekrup cover PAIR check valve 2,1 0,21 Pasang dan kencangkan kedua baut pemasangan pipa intake, torsi 12 1,2 7. Cara memasang karburator pada intake manifold sesuai prosedur Cara pemasangan karburator Pasang sekrup pengeluaran ruang pelampung/ o-ring/selang pengeluaraan. Pasang throttle stop screw/pegas/air screw/pegas/washer/o-ring. Pasang main jet/needle jet holder/needle jet/slow jet. Pasang sekrup/ruang pelampung/o-ring/pin pelampung/pelampung/katup pelampung. Pasang sekrup/cover katup pemutus aliran udara/pegas/diaphragma/o-ring. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 41 dari 47 Pasang gasket baru [1]pada cylinder head Pasang penyekat dengan boss{2] Pasang o-ring baru [3]pada penyekat [4] dan alur-alur menghadap ke body karburator. Pasang penyekat intake [1], pipa intake[2] dan baut-baut[3] pada karburator kemudian kencangkan. Pasang dan kencangkan kedua baut pemasangan pipa intake [1] dengan torsi sesuai spesifikasi Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 42 dari 47 8. Cara menyetel throttle stop screw dan pilot screw pada kondisi mesin hidup sesuai standar Pertama-tama hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. Pasang pemeriksaan putaran/digital tachometer pada kabel busi Periksa putaran langsam mesin r/min Setel putaran langsam mesin Lepaskan cap Putar pilot screw [1] kedalam hingga menutup dengan sempurna Putar pilot air screw keluar sesuai dengan spesifikasi standar 1-5/8 putaran keluar Putar setelan gas /throttle stop screw [2] ke [a] atau [b] sehingga di dapat putaran langsam sesuai spesifikasi kearah[a]putaran langsam mesin bertambah, kearah [b] putaran langsam berkurang 9. Cara memastikan campuran udara dan bahan bakar sesuai bukaan gas throttle saat sepeda motor berhenti maupun jalan cara memastikan campuran udara dan bahan bakar sesuai bukaan Throttle gas adalah Pertama, putar saklar ke posisi "menyala" biasanya saklar ini merupakan saklar berwarna merah dekat dengan pegangan sebelah kanan. Setelah itu, putar kunci Anda pada posisi "menyala". Pada waktu ini kebanyakan sepeda motor akan melakukan pemeriksaan diri. Pastikan sepeda motor pada posisi netral. "N" hijau seharusnya menyala pada pengukur. Putar Grib motor mulai kecepatan rendah,sedang sampai tinggi Jika tarikan sesuai rpm dipastikan throttle gas sudah ok Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 43 dari 47 B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Memastikan Kinerja Karburator Sesuai Standar 7. Mengganti o-ring dan gasket sesuai prosedur. 8. Memverifikasi dan memvalidasi informasi yang telah disiapkan. 9. Memasang bagian karburator sesuai prosedur. 10. Mengencangkan semua baut pada karburator dipastikan sudah sesuai prosedur. 11. Memeriksa bagian karburator kinerjanya saat kondisi mesin dingin dan panas sesuai prosedur. 12. Memastikan karburator berfungsi sesuai prosedur. C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Memastikan Kinerja Karburator Sesuai Standar Harus bersikap cermat, teliti dan evaluatif dalam 7. Mengganti semua o-ring dan gasket sesuai prosedur. 8. Memverifikasi dan memvalidasi informasi yang telah disiapkan. 9. Memasang bagian karburator sesuai prosedur. 10. Mengencangkan semua baut pada karburator dipastikan sudah sesuai prosedur. 11. Memeriksa bagian karburator kinerjanya saat kondisi mesin dingin dan panas sesuai prosedur. Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 44 dari 47 DAFTAR PUSTAKA A. Dasar Perundang-undangan 1. - B. Buku Referensi Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Buku Pelatihan Mekanik Tingkat 1 Astra Honda Training Centre Astra Honda Motor - Buku Pelatihan Mekanik Tingkat 2 Astra Honda Training Centre Astra Honda Motor - Pedoman Pelatihan Teknis Sepeda Motor Tingkat Dasar Divisi Servis Suzuki PT Indomobil Suzuki Internasional - Pedoman Pelatihan Teknis Sepeda Motor Lanjutan Divisi Servis Suzuki PT Indomobil Suzuki Internasional - Teknik Sepeda Motor Daryanto Yrama Widya 2006 Servis dan Teknik Reparasi Sepeda Motor M. Suratman Pustaka Grafika 2003 Servis Sepeda Motor Handoko Soesilo Karya Utama - Panduan Perawatan Mesin Sepeda Motor Supra X 125 Astra Honda Training Centre Astra Honda Motor Panduan Perawatan Sepada Motor Vega ZR Yamaha Yamaha Motor Co, Ltd 2009 C. Majalah atau Buletin 1. – D. Referensi Lainnya Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 45 dari 47 DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN A. Daftar Peralatan/Mesin No. Nama Peralatan/Mesin Keterangan 1. Laptop, infocus, laserpointer Untuk di ruang teori 2. Printer 3. Hechmachine stapler/penjepret 24 dan 10 4. Pelubang kertas 5. Penjepit kertas ukuran kecil dan sedang 6. Standar chart dan kelengkapannya 7. Peralatan Praktik terkait dgn keahlian peserta untuk evaluasi praktik B. Daftar Bahan No. Nama Bahan Keterangan 1. Modul Pelatihan buku informasi, buku kerja, buku penilaian Setiap peserta 2. Kertas HVS A4 3. Spidol whiteboard 4. Spidol marker 5. Kertas chart flip chart 6. Tinta printer 7. ATK siswa 8. Brosur, leaflet Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 46 dari 47 Judul Modul Melakukan Perawatan Karburator Buku Modul Versi 2019 Halaman 47 dari 47 DAFTAR PENYUSUN MODUL NO. NAMA PROFESI 1. Wahyu Firmansyah, MT Asesor LSP P1 BBPLK Bandung Instruktur Kejuruan Otomotif
100% found this document useful 1 vote1K views25 pagesOriginal Title15. Mendiagnosis kerusakan sistem bahan bakar bensin konvensional karburatorCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote1K views25 pagesMendiagnosis Kerusakan Sistem Bahan Bakar Bensin Konvensional KarburatorOriginal Title15. Mendiagnosis kerusakan sistem bahan bakar bensin konvensional karburatorJump to Page You are on page 1of 25 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 14 to 23 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Paduan aluminium banyak digunakan sebagai komponen automotif dengan proses manufaktur berupa pengecoran. Paduan aluminium memiliki kemampuan dicor yang sangat baik dengan masa jenis yang relatif ringan dibandingkan material lainnya. Dalam penelitian ini telah dipelajari penyebab keretakan pada komponen karburator paduan Al-9,8Si-1,9Cu hasil proses die casting setelah pemakaian. Tahapan penelitian untuk mengetahui penyebab kegagalan adalah melakukan pengamatan dan pengujian. Pengujian dilakukan pada sampel yang mengalami retak dan sampel pembanding yaitu komponen karburator yang sengaja dipatahkan dan komponen karburator yang secara visual tidak terlihat retak. Beberapa pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah SEM-EDS scanning electron microscopy-energy dispersive spectroscopy, uji kekerasan metoda Brinell dan pengamatan metalografi dengan mikroskop optic OM. Kegagalan terjadi pada batas pertemuan logam cair dengan struktur mikro yang berbeda. Perbedaan struktur ternyata diakibatkan adanya double shoot saat proses die casting. Penjalaran retakan terletak pada batas butir eutektik α + Si. Struktur eutektik teramati tidak homogen sehingga menginisiasi terjadinya retakan secara mikro. Figures - uploaded by Cahya SutowoAuthor contentAll figure content in this area was uploaded by Cahya SutowoContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN KARBURATOR AKIBAT DOUBLE SHOOT SAAT PROSES DIE CASTING Cahya Sutowo, Saefudin, Budi Priyono Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI Kawasan Puspiptek Serpong, Gedung 470, Tangerang 15314 e-mail csutowo ABSTRAK Paduan aluminium banyak digunakan sebagai komponen automotif dengan proses manufaktur berupa pengecoran. Paduan aluminium memiliki kemampuan dicor yang sangat baik dengan masa jenis yang relatif ringan dibandingkan material lainnya. Dalam penelitian ini telah dipelajari penyebab keretakan pada komponen karburator paduan Al-9,8Si-1,9Cu hasil proses die casting setelah pemakaian. Tahapan penelitian untuk mengetahui penyebab kegagalan adalah melakukan pengamatan dan pengujian. Pengujian dilakukan pada sampel yang mengalami retak dan sampel pembanding yaitu komponen karburator yang sengaja dipatahkan dan komponen karburator yang secara visual tidak terlihat retak. Beberapa pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah SEM-EDS scanning electron microscopy-energy dispersive spectroscopy, uji kekerasan metoda Brinell dan pengamatan metalografi dengan mikroskop optic OM. Kegagalan terjadi pada batas pertemuan logam cair dengan struktur mikro yang berbeda. Perbedaan struktur ternyata diakibatkan adanya double shoot saat proses die casting. Penjalaran retakan terletak pada batas butir eutektik α + Si. Struktur eutektik teramati tidak homogen sehingga menginisiasi terjadinya retakan secara mikro. Kata kunci Paduan aluminium, die casting, karburator, kegagalan, retakan mikro. PENDAHULUAN Paduan Al-Si-Cu banyak digunakan untuk komponen otomotif seperti karburator, blok mesin dan kepala silinder karena memiliki beberapa keuntungan seperti mudah dimesin, ringan, mudah didaur-ulang dan harganya relatif murah [1]. Telah terjadi kegagalan pada produk komponen otomotif, kegagalan berupa retakan pada komponen karburator hasil coran. Terjadinya retak diketahui pada saat pemakaian. Berdasarkan informasi awal, komponen karburator dan patahan komponen karburator sebagaimana pada Gambar 1 dibuat dari bahan paduan aluminium silikon dengan kadar silikon sekitar 12%. Komponen karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dengan udara dalam ukuran yang tepat sesuai kebutuhan untuk kemudian disalurkan ke dalam ruang pembakaran silinder dalam bentuk kabut. 2 Gambar 1. Foto visual sampel komponen karburator Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya keretakan pada komponen karburator sehingga dapat mencegah kegagalan dengan penyebab yang sama terjadi kembali. Tahapan analisa kerusakan meliputi pengamatan dan pengujian pada komponen karburator yang mengalami retak, pengujian juga dilakukan pada sampel pembanding yaitu komponen radiator yang sengaja dipatahkan dan komponen radiator yang secara visual tidak terjadi retak. Pengujian yang dilakukan adalah uji komposisi kimia menggunakan Spark OES optical emission spectroscopy, metalografi dengan mikroskop optik dan SEM scanning electron microscope, serta analisa komposisi kimia pada area tertentu menggunakan EDS energy dispersive spectroscopy . METODE PENELITIAN Material yang digunakan pada pengujian adalah master ingot dan material komponen karburator. Pengujian pada material komponen radiator sebanyak tiga sampel yaitu Sampel 1 komponen karburator yang mengalami kegagalan pada saat pemakaian, sampel 2 komponen karburator yang sengaja dipatahkan pada area patahan identik dengan sampel 1 sebagai pembanding pengujian, dan sampel 3 komponen karburator yang secara visual tidak mengalami kegagalan. Pengujian komposisi kimia dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia material ingot dan komponen karburator, preparasi dilakukan pada permukaan spesimen melalui pengampelasan terlebih dahulu kemudian spesimen diletakkan pada chamber penyimpanan spesimen dalam spektrometer untuk selanjutnya dilakukan pengujian dengan ditembak elektron, panjang gelombang yang dihasilkan menunjukkan unsur-unsur yang terkandung dalam sampel. Pengujian kekerasan menggunakan metode Brinell, sedangkan pengamatan struktur mikro menggunakan teknik metalografi pada penampang sampel ingot dan sampel komponen. 3 Prosedur teknik metalografi adalah sebagai berikut pemotongan spesimen, spesimen di-mounting, kemudian diampelas, dipoles, dietsa dengan larutan Kalling’s dan dilakukan pengamatan melalui pemotretan. Pengamatan dengan SEM dilakukan untuk melihat struktur mikro area penampang dengan perbesaran yang lebih tinggi, sedangkan EDS dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia pada area tertentu disekitar retakan atau patahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengujian komposisi kimia dengan spark-OES pada pada Tabel 1, sampel komponen karburator menunjukkan bahwa material dari komponen tersebut adalah paduan Al-Si hypereutectic dengan kandungan Si sebesar 13 – 16 % berat, sedangkan material dari master ingot analog dengan standar JIS ADC12 Tabel 1. Hasil analisa komposisi kimia pada material paduan Al-Si-Cu pada komponen karburator dan master ingot menggunakan OES. UNSUR KarburatorArea A % berat Karburator Area B % berat Master Ingot ADC12 JIS H 5302 Si 16,561 13,333 9,765 9,6 – 12,0 Cu 5,977 3,588 1,902 1,5 – 3,5 Fe 1,067 1,024 0,695 maks 1,3 Mn 0,742 0,412 0,223 maks 0,5 Mg - - 0,257 maks 0,3 Zn 1,192 0,997 0,787 Maks 1,0 Ni 4,296 1,160 0,446 Maks 0,5 Sn 0,778 0,282 0,123 Maks 0,3 Al Bal. Bal. Bal Bal. Nilai kekerasan rata-rata pada material Al-Si paduan dari komponen karburator adalah sebesar 100 HB, tingginya kekerasan didukung oleh hasil analisa komposisi kimia yang menunjukkan bahwa kandungan Si dalam komponen tersebut cukup tinggi. Gambar 2 menunjukkan struktur mikro pada area A dan B. Pada gambar tersebut teramati adanya perbedaan struktur antara area A dan area B. Area A memiliki struktur Al-primer dan Si eutectic. Pada area B fasa yang terbentuk adalah secondary arm dendritic dari Al-primer dan Si-primer yang tersebar halus. Penjalaran patahan terletak pada batas perubahan struktur mikro dari struktur eutektik α + Si yang halus dan kasar. Impurity yang terbentuk adalah porosity, oksida dan sludge. 4 Area retakan area A area B Gambar 2. Foto hasil metalografi penampang melintang sampel 1, terlihat adanya perbedaan struktur disekitar retakan antara area A dan Area B. Etsa Kalling’s Reagent Gambar 3 menunjukkan foto hasil SEM pada area A dan B. Pada area A struktur yang terbentuk adalah Al-primer dan Si-eutectic, serta Si eutectic berbentuk jarum dalam matriks Al-primer. Sedangkan pada area B fasa yang terbentuk adalah secondary arm dendritic dari Al-primer dan Si-primer. Pada Gambar 3 teramati bahwa pada area retakan memiliki struktur yang berbeda-beda, hal ini menunjukkan adanya mikro segregasi dari unsur silikon. a b Gambar 3. Foto hasil SEM sampel 1 komponen karburator yang mengalami kegagalan pada posisi melintang pada a Area A dan, b Area B. Etsa Kalling’s reagent Gambar 4 menunjukkan foto hasil SEM pada sampel 2 dari area A dan B. Pada gambar tersebut teramati adanya perbedaaan struktur antara area A dan area B, dimana pada area A memiliki struktur secondary arm dendritic dari Al-primer dan Si-primer yang tersebar halus A A B B Si-eutectic Al-primer Si-primer Fasa Si berbentuk jarum Matriks Al-primer Matriks Si-primer Secondary arm dendritic dari Al-primer 90m90µm 90µm 5 serta adanya blocky prime Silicon Gambar 4a, sedangkan area B memiliki struktur Al-primer dengan ukuran butir yang homogen, dan beberapa Si eutectic berbentuk jarum dalam matriks Al-primer Gambar 4b. Adanya pengotor impurity sepanjang batas butir Al-primer juga teramati dalam Gambar 4b. Perbedaan struktur ini juga menunjukkan adanya mikro segregasi unsur silikon dalam sampel tersebut. a b Gambar 4. Foto hasil OM pada penampang melintang sampel 2, terlihat adanya perbedaan struktur disekitar retakan antara ; a area A, dan b Area B . Etsa Kalling’s reagent Gambar 5 menunjukkan hasil metalografi pada sampel 3 pada area A dan area B. Teramati area B memiliki struktur secondary arm dendritic dari Al-primer dan Si-primer tersebar halus Gambar 5b, sedangkan area A memiliki struktur Al-primer dengan ukuran butir yang homogen, dan Si eutectic berbentuk jarum dalam matriks Al-primer Gambar 5a. Porositas juga teramati sebagaimana pada Gambar 5a. Struktur mikro pada komponen karburator dengan menggunakan proses double shoot, yaitu sampel 2 dan sampel 3, menunjukkan pola yang sama dengan sampel 1. a b Gambar 5. Foto hasil OM pada sampel 3, terlihat adanya perbedaan struktur disekitar inisiasi retakan antara; a area A, dan b Area B. Etsa Kalling’s reagent Si-primer Secondary arm dendritic A-rimerFasa Si Al-primer 90µm 90µm 90µm 90µm 6 Hasil SEM-EDS pada sampel 3 menunjukkan bahwa fasa berbentuk jarum dalam matriks Al-primer adalah fasa Si, Si-primer terbentuk dibuktikan pada spot 3 area tersebut Si=22,42 % dan pada spot 4 kadar Si = 30,77% artinya pada area tersebut kadar Si sangat tinggi. Pada area Si-primer juga teramati adanya retakan mikro micro cracking. Gambar 6. Foto hasil SEM sampel 3 pada area yang mendekati batas antara daerah A dan B. Area A terbentuk struktur al-primer dengan fasa Si yang berbentuk seperti jarum dalam matriks Al dendritik, sedangkan pada area B terbentuk secondary arm dendritic dari al-primer dan Si-primer yang tersebar halus. Etsa Kalling’s reagent. a. b. c. Gambar 7. Foto hasil metalografi pada penampang melintang sampel jauh dari retakan. Dalam struktur mikro teramati adanya; a. pengotor berwarna hitam dari unsur-unsur Fe-Zn-Mn-Ni-Sn sepanjang batas butir Al-primer dendritik pada sampel 1, b.blocky silikon primer dalam sampel 2, c. porositas. Etsa Kalling’s reagent Hasil pengamatan struktur mikro terhadap ingot pada lampiran tambahan menunjukkan struktur fasa α Al + Eutektik α + Si. Dari gambar tersebut tidak menunjukkan adanya fasa Si Primer dan Sludge. Sehingga dapat dikatakan bahwa ingot yang digunakan cukup baik ditinjau dari komposisi dan unsur pengotor, sesuai dengan standard ADC12. AREA A AREA B imuritsludeorosit 7 Gambar 8. Foto hasil metalografi pada master ingot. Etsa Kalling’s Reagent. Dari hasil pengamatan struktur mikro di atas kegagalan komponen karburator dapat disimpulkan bahwa perambatan retak terjadi pada batas pertemuan logam cair akibat proses double shoot. Sedangkan pembentukkan senyawa sludge belum berpengaruh besar terhadap kegagalan. . KESIMPULAN • Material komponen karburator adalah paduan Al-Si-Cu analog dengan ADC 12 JIS H5302 • Pada produk coran terdapat senyawa kompleks dari Si-Fe-Mn-Al yang disebut dengan sludge dalam jumlah kecil dan belum nampak gejala negatif terhadap komponen tersebut. Gejala negatif yang ditimbulkan hanya berupa komposisi kimia pada komponen yang tidak homogen yaitu unsur Si, Mn, Fe cenderung lebih tinggi dari standar. • Senyawa sludge terbentuk akibat proses peleburan paduan aluminium dengan kandungan Fe yang cukup tinggi sehingga akan mengental dan cenderung mengendap di bawah ladel. Karena faktor waktu dan temperatur senyawa sludge tersebut dapat bertambah dan akhirnya akan terbawa ke produk coran. Apabila hal ini terjadi akan menurunkan sifat mekanik getas dan terbentuknya hard spot pada permukaan coran yang dapat menurunkan sifat mampu mesin. Namun pada kasus kegagalan karburator, efek dari senyawa kompleks tersebut belum berpengaruh besar dan hanya berpengaruh terhadap komposisi kimia yang tidak homogen untuk beberapa area pada komponen yang ditandai dengan lebih tingginya unsur Si, Mn dan Fe dari standar. • Terjadinya kegagalan berupa retakan disebabkan adanya batas pertemuan logam cair yang mempunyai struktur mikro yang berbeda akibat double shoot pada proses die casting. Penjalaran retakan terletak pada batas perubahan struktur mikro dari struktur Al-matrriks Si-eutektik 8 eutektik α + Si yang halus dan kasar sehingga terjadi ketidak homogenan struktur mikro dan menginisiasi terjadinya retakan secara mikro. DAFTAR PUSTAKA 1. R. Molina, P. Amalberto, M. Rosso, Metallurgical Science and Technology, 2011, Vol. 29-1, p. 5-15. 2. John E Gruzleski, The Treatment of Liquid Aluminium Silicon Alloys, American Society, Inc, USA, 1990 3. ASM. Metals Hand Book, Vol. 12, Fractography, American Society for Metals, Ohio, 1998. 4. JIS Standard Handbook, Ferrous Materials and Metallurgy, Japanese Standard Association. 5. Porter and Easterling, Phase Transformations in Metals and Alloys, second edition, London, 1992. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this MolinaP AmalbertoM RossoR. Molina, P. Amalberto, M. Rosso, Metallurgical Science and Technology, 2011, Vol. 29-1, p. 5-15.
sebutkan 6 pemeriksaan pada karburator